Senin, 22 Juni 2015

Penuntun Praktikum Resonansi Bunyi



PENUNTUN PRAKTIKUM RESONANSI BUNYI
DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER BUNYI MEKANIK


A.Tujuan Praktikum
1.    Memahami gejala resonansi
2.    Memahami gelombang bunyi di udara
3.    Memahami asas kerja tabung resonansi dan garpu penala
4.    Menentukan cepat rambat bunyi di udara

B.Landasan Teori
Dua buah gelombang yang merambat dalam medium dapat dipandang sebagai resultan dari penjumlahan kedua gelombang tersebut (superposisi gelombang). Hasil dari superposisi ini menimbulkan berbagai fenomena yang menarik, seperti adanya gelombang diam, pelayangan, interferensi, difraksi dan resonansi. Superposisi dari suatu gelombang datang dengan gelombang pantulnya dapat menghasilkan suatu gelombang yang dikenal dengan gelombang diam/stasioner. Jika gelombang tersebut datang secara terus menerus maka superposisi antara gelombang datang dan pantulan akan terus menerus terjadi dan akhirnya terjadi resonansi. Resonansi umumnya terjadi jika gelombang mempunyai frekuensi yang sama atau mendekati frekuensi alamiah sehingga terjadi amplitudo maksimum.
Bila garpu penala digetarkan diatas tabung resonansi, maka getaran garpu penala ini akan menggetarkan kolom udara di dalam tabung resonansi. Dengan mengatur panjang kolom udara di dalam tabung resonansi, maka akan terdengar dengung garpu penala lebih keras, ini berarti terjadi resonansi. Didalam tabung resonansi terjadi gelombang longitudinal diam (stasioner), dengan sasarannya yaitu permukaan air sebagai simpul gelombang dan untuk mulut tabung sebagai peut gelombang. Sebenarnya letak perut berada di sedikit di atas tabung. Jaraknya kira-kira 0,3 kali diameter tabung. Resonansi terjadi jika frekuensi nada dasar atau nada atas dari kolom udara sama dengan frekuensi garpu penala.
Bila resonansi terjadi pada nada dasar, maka terd
apat satu simpul dan
satu perut pada saat itu berarti berlaku :
l
1
+ k =
..........................................................(1.1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar