Model Pembelajaran
a.
Pengertian
Model Pembelajaran
Model
pembelajaran merupakan cara/teknik penyajian yang digunakan guru dalam proses
pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.
Ada beberapa model-model pembelajaran seperti
ceramah, diskusi, demonstrasi, studi kasus, bermain peran (role play) dan lain
sebagainya. Yang tentu saja masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan.
Metode/model sangat penting peranannya dalam pembelajaran, karena melalui
pemilihan model/metode yang tepat dapat mengarahkan guru pada kualitas
pembelajaran efektif.
b.
Ciri-Ciri
Model Pembelajaran
Pengertian Model
Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara, contoh maupun pola, yang mempunyai
tujuan meyajikan pesan kepada siswa yang harus diketahui, dimengerti, dan
dipahami yaitu dengan cara membuat suatu pola atau contoh dengan bahan-bahan
yang dipilih oleh para pendidik/guru sesuai dengan materi yang diberikan dan
kondisi di dalam kelas. Suatu model akan mempunyai ciri-ciri tertentu dilihat
dari faktor-faktor yang melengkapinya. Ciri-ciri model pembelajaran Tahun 1950
di Amerika yang dipelopori oleh Marc Belt menemukan ciri-ciri dari model-model
pembelajaran, antara lain sebagai berikut :
a. Berdasarkan teori pendidikan dan teori
belajar tertentu, misalnya model pembelajaran inkuiri yang disusun oleh Richard
Suchman dan dirancang untuk mengembangkan penalaran didasarkan pada tatacara
penelitian ilmiah. Model pembelajaran kelompok yang disusun oleh Hebert Thelen
yang dirancang untuk melatih partisipasi dan kerjasama dalam kelompok
didasarkan pada teori John Dewey.
b. Mempunyai misi atau tujuan pendidikan
tertentu.
c. Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan
kegiatan pembelajaran di kelas.
d. Memiliki perangkat bagian model yang
terdiri dari:
·
urutan
langkah pembelajaran,yaitu tahap-tahap yang harus dilakukan oleh guru bila akan
menggunakan model pembelajaran tertentu.
·
prinsip
reaksi, yaitu pola perilaku guru dalam memberikan reaksi terhadap perilaku
siswa dalam belajar.
·
sistem
sosial, adalah pola hubungan guru dengan siswa pada saat mempelajari materi
pelajaran. ada tiga pola hubungan dalam sistem sosial yaitu tinggi, menengah,
dan rendah. pola hubungan disebut tinggi apabila guru menjadi pemegang kendali
dalam pembelajaran. pola hubungan disebut menengah apabila guru berperan
sederajat dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran. pola hubungan disebut
rendah apabila guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam kegiatan
pembelajaran.
·
sistem
pendukung adalah penunjang keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di
kelas misalnya media dan alat peraga.
e. Memiliki dampak sebagai akibat penerapan
model pembelajaran baik dampak langsung dengan tercapainya tujuan pembelajaran,
maupun dampak tidak langsung yang berhubungan dengan hasil belajar jangka
panjang. Menurut Komaruddin (2000) bahwa model belajar dapat diartikan sebagai
kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan.
Model dapat dipahami sebagai : (1) suatu tipe atau desain (2) suatu deskripsi
atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visualisasi sesuatu yang
tidak dapat dengan langsung diamati, (3) suatu sistem asumsi-asumsi, data-data,
dan inferensi-inferensi yang dipakai untuk menggambarkan secara matematis suatu
obyek peristiwa ;(4) suatu desain yang disederhanakan dari suatu sistem kerja,
suatu terjemahan realitas yang disederhanakan; (5) suatu deskripsi dari suatu
sistem yang mungkin atau imajiner; dan (6) penyajian yang diperkecil agar dapat
menjelaskan dan menunjukan sifat bentuk aslinya.
Atas dasar pengertian tersebut, maka model
dalam pembelajaran dapat dipahami sebagai model pembelajaran merupakan suatu
rancangan yang telah diprogram melalui media media peraga dalam membantu untuk
memvisualisasikan pesan yang terkandung didalamnya untuk mencapai tujuan belajar
sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiataan pembelajaran.
MACAM-MACAM MODEL DALAM PEMBELAJARAN
SERTA KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA
MODEL-MODEL
DALAM PEMBELAJARAN
A. Model Pembelajaran Kontekstual
CTL sebagai suatu pendekatan pembelajaran
memiliki 7 asas. Asas –asas ini yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan CTL. Ketujuh asas tersebut antara lain:
Konstruktivisme, Inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi,
penilaian nyata.
1.
Kelebihan
model pembelajaran kontekstual :
·
Pembelajaran
menjadi lebih bermakna dan riil. Artinya siswa dituntut untuk dapat menagkap
hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.
·
Pembelajaran
lebih produktif dan mampu menumbuhkan penguatan konsep kepada siswa karena
metode pembelajaran CTL menganut aliran konstruktivisme, dimana seorang siswa
dituntun untuk menemukan pengetahuannya sendiri.
2.
Kekurangan
model pembelajaran kontekstual :
·
Guru
lebih intensif dalam membimbing karena dalam metode CTL. Guru tidak lagi
berperan sebagai pusat informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas sebagai
sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan pengetahuan dan ketrampilan
yang baru bagi siswa.
·
Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide
– ide dan mengajak siswa agar dengan menyadari dan dengan sadar menggunakan
strategi – strategi mereka sendiri untuk belajar.
B. Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Kagan (1994) pembelajaran kooperatif
adalah strategi pengajaran yang sukses di mana tim kecil, masing-masing dengan
siswa dari tingkat kemampuan yang berbeda, menggunakan berbagai aktivitas
belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang suatu subjek. Setiap
anggota tim bertanggung jawab tidak hanya untuk belajar apa yang diajarkan
tetapi juga untuk membantu rekan belajar, sehingga menciptakan suasana prestasi
bersama-sama.
1.
Kelebihan
model pembelajaran kooperatif :
·
Saling
ketergantungan yang positif
·
Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan
individu
·
Siswa
dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas
·
Suasana
kelas yang rileks dan menyenanakan
·
Terjalinnya
hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru
·
Memiliki banyak kesempatan untuk
mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan.
2.
Kekurangan
model pembelajaran kooperatif :
·
Guru
harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan lebih
banyak tenaga, pemikran dan waktu
·
Agar
proses pembelajaran berjalan dengan lancar maka dibutuhkan dukungan fasilitas,
alat dan biaya yang cukup memadai
·
Selama
kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik permasalahan
yang sedang dibahas meluas.
·
Saat
diskusi kelas, terkadang didominasi oleh seseorang,
C.
Model Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu merupakan suatu
pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek
baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya
pemaduan itu, siswa akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan secara utuh
sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa. Bermakna disini memberikan
makna bahwa pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep
yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan nyata yang menghubungkan
antar konsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran.
1. Kelebihan model
pembelajaran terpadu :
·
Materi
pelajaran menjadi dekat dengan kehidupan anak sehingga anak dengan mudah
memahami sekaligus melakukannya.
·
Siswa
juga dengan mudah dapat mengaitkan hubungan materi pelajaran di mata pelajaran
yang satu dengan mata pelajaran lainnya.
·
Dengan
bekerja dalam kelompok, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan belajarnya
dalam aspek afektif dan psikomotorik, selain aspek kognitif.
·
Pembelajaran
terpadu mengakomodir jenis kecerdasan siswa.
·
Dengan
pendekatan pembelajaran terpadu guru dapat dengan mudah menggunakan belajar
siswa aktif sebagai metode pembelajaran.
2.
Kekurangan
model pembelajaran terpadu :
·
Aspek
Guru: Guru harus berwawasan luas, memiliki kreativitas tinggi,
keterampilan metodologis yang handal, rasa percaya diri yang tinggi, dan
berani mengemas dan mengembangkan materi.
·
Aspek
peserta didik: Pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik
yang relatif baik, baik dalam kemampuan akademik maupun kreativitasnya.
·
Aspek
sarana dan sumber pembelajaran: Pembelajaran terpadu memerlukan bahan bacaan
atau sumber informasi yang cukup banyak dan bervariasi, mungkin juga fasilitas
internet.
·
Aspek
kurikulum: Kurikulum harus luwes, berorientasi pada pencapaian ketuntasan
pemahaman peserta didik (bukan pada pencapaian target penyampaian materi
·
Aspek
penilaian: Pembelajaran terpadu membutuhkan cara penilaian yang menyeluruh
(komprehensif), yaitu menetapkan keberhasilan belajar peserta didik dari
beberapa bidang kajian terkait yang dipadukan
·
Suasana
pembelajaran: Pembelajaran terpadu berkecenderungan mengutamakan salah satu
bidang kajian dan ‘tenggelam’nya bidang kajian lain.
D. Metode Pembelajaran Kuantum
Pembelajaran kuantum bermakna
interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya karena semua energi
adalah kehidupan dan dalam proses pembelajarannya mengandung keberagaman dan
interdeterminisme.
1.
Kelebihan
pembelajaran kuantum :
·
Membiasakan
siswa untuk melatih aktivitas kreatifnya sehingga siswa dapat menciptakan suatu
produk kreatif yang dapat bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.
·
Emosi
sangat diperlukan untuk menciptakan motivasi belajar yang tinggi.
·
Suasana
yang diciptakan kondusif, kohesif, dinamis, interaktif, partisipatif, dan
saling menghargai
·
Setiap
pedapat siswa sangat dihargai
·
Proses belajarnya berjalan sangat komunikatif
2.
Kekurangan
pembelajaran kuantum :
·
Penggunaan
waktu dalam pembelajaran membutuhkan banyak.
·
Tidak
semua guru dapat menciptakan suasana kondusif, kohesif, dinamis, interaktif,
partisipatif, dan saling menghargai
·
Berlebihan memberi reward pada siswa
E. Metode Pembelajaran Berbasis Masalah
Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) merupakan
metode pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam
mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Metode ini juga berfokus pada
keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Peserta didik tidak lagi
diberikan materi belajar secara satu arah seperti pada metode pembelajaran
konvensional. Dengan metode ini, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan
pengetahuan mereka secara mandiri. PBL juga memberi kesempatan peserta didik
untuk mempelajari teori melalui praktek. Peserta didik bukan hanya perlu
mencari konklusi tetapi juga perlu menganalisis data.
1.
Kelebihannya
yaitu :
·
Membuat
siswa lebih aktif
·
Dapat
meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan
sehari-hari
·
Menimbulkan
ide-ide baru
·
Dapat
meningkatkan keakraban dan kerjasama
·
Pembelajaran
ini membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan.
2.
Kekurangannya
yaitu :
·
Model
pembelajaran problem based learning biasa dilakukan secara berkelompok membuat
siswa yang malas semakin malas
·
Siswa
merasa guru tidak pernah menjelaskan karena model pembelajaran ini menuntut
siswa yang lebih aktif
·
Membutuhkan
banyak waktu dan pendanaan
·
Sangat
memerlukan kemampuan dan keterampilan guru untuk menentukan suatu masalah yang
tingkat kesulitannya sesuai dengan tingkat berpikir anak
·
Pembelajaran
berdasarkan masalah memerlukan berbagai sumber untuk memecahkan masalah,
merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.
F. Model Cooperative Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana
siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari
materi yang dipelajari.
1.
Kelebihan
model cooperative script :
·
Melatih
pendengaran, ketelitian / kecermatan.
·
Setiap
siswa mendapat peran.
·
Melatih
mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
2.
Kekurangan
model cooperative script :
·
Hanya
digunakan untuk mata pelajaran tertentu
·
Hanya
dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya
sebatas pada dua orang tersebut).
G. Model Picture and Picture
Picture and Picture adalah suatu metode
belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan
logis.
1.
Kelebihan
model picture and picture :
·
Guru
lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
·
Melatih
berpikir logis dan sistematis.
2.
Kekurangan model picture and picture :
·
Memakan
banyak waktu.
·
Banyak
siswa yang pasif.
H. Model Numbered Heads Together
Numbered Heads Together adalah suatu metode
belajar dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok
kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.
1.
Kelebihan
numbered heads together :
·
Setiap
siswa menjadi siap semua.
·
Dapat
melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
·
Siswa
yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
2.
Kekurangan
numbered heads together :
·
Kemungkinan
nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.Tidak semua anggota kelompok
dipanggil oleh guru
I.
Model
Examples Non Examples
Examples Non Examples adalah metode belajar
yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang
relevan dengan KD.
1.
Kelebihan
model example non example :
·
Siswa
lebih kritis dalam menganalisa gambar.
·
Siswa
mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
·
Siswa
diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
2.
Kekurangan
model example non example :
·
Tidak
semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
·
Memakan
waktu yang lama.
J.
Model
Mind Mapping
Mind mapping atau peta pikiran adalah suatu
tekhnik pembuatan catatan-catatan yang dapat digunakan pada situasi, kondisi
tertentu, seperti dalam pembuatan perencanaan, penyelesaian masalah, membuat
ringkasan, membuat struktur, pengumpulan ide-ide, untuk membuat catatan,
kuliah, rapat, debat dan wawancara.
1.
Kelebihan
model mind mapping :
·
Melihat
gambaran besar suatu persoalan sekaligus melihat informasi secara detail
·
Mengingat
informasi yang kompleks lebih mudah. Informasi tersebut telah dikelompokkan
sesuai dengan cara seseorang mengingat termasuk hubungannya dengan subjek yang
sama atau berbeda.
·
Mengatasi
informasi yang membludak karena telah ditata dan dikelompokkan sedemikan rupa.
Secara mental hal ini juga membuat seseorang lebih terorganisir dan runtut
dalam memahami sebuah persoalan.
·
Mind
map mampu meningkatkan kemampuan seseorang dalam berimajinasi, mengingat,
berkonsentrasi, membuat catatan, meningkatkan minat sekaligus mampu
menyelesaikan persoalan.
·
Mind
maping dapat merangsang sisi kreatif seseorang lewat penggunakan garis
lengkung, warna dan gambar. Ini membuat sebuah catatan sekaligus menjadi karya
seni yang indah. Secara mental akan memudahkan kita untuk mengingatnya.
·
Mind
maping membantu seseorang membuat catatan yang menarik dalam waktu singkat.
2.
Kekurangan
model mind mapping :
·
Hanya
siswa yang aktif yang terlibat
·
Tidak
sepenuhnya murid yang belajar
·
Jumlah
detail informasi tidak dapat dimasukkan
K. Model Pembelajaran Giving Questions
and Getting Answer ( GQGA)
Pembelajaran Giving Questions and Getting
Answer (GQGA) merupakan implementasi dari strategi pembelajaran kontrukstivistik
yang menempatkan siswa sebagai subyek dalam pembelajaran. Artinya, siswa mampu
merekonstruksi pengetahuannya sendri sedangkan guru hanya sebagai fasilitator
saja.
Model Giving Questions and Getting Answer
ditemukan oleh Spancer Kagan, orang berkebangsaan Swiss pada tahun 1963. Model
ini dikembangkan untuk melatih siswa memiliki kemampuan dan ketrampi lan
bertanya dan menj awab pertanyaan, karena pada dasarnya model tersebut
merupakan modifikasi dari metode tanya jawab dan metode seramah yang merupakan
kolaborasi dengan menggunakan potongan-potongan kertas sebagai medianya.
- Kelebihannya yaitu :
·
Penerapan
metode Active Learning model Giving Questions and Getting Answers (GQGA) adalah
suasana lebih menjadi aktif, anak mendapat kesempatan baik secara individu
maupun kelompok untuk menanyakan hal-hal yang belum di mengerti, guru dapat
mengetahui penguasaan anak terhadap materi yang disampaikan, mendorong anak
untuk berani mengajukan pendapatnya.
- Kelemahannya yaitu :
·
Penerapan
metode Active Learning model Giving Questions and Getting Answers (GQGA) adalah
pertanyaan pada hakekatnya sifatnya hanya hafalan, proses tanya jawab yang
berlangsung secara terus menerus akan menyimpang dari pokok bahasan yang sedang
dipelajari, guru tidak mengetahui secara pasti apakah anak yang tidak
mengajukan pertanyaan ataupun menjawab telah memahami dan menguasai materi yang
telah diberikan.
L. Model Pembelajaran Tipe
Terhubung (Connected)
Connected Model adalah model pengembangan
kurikulum yang menggabungkan secara jelas satu topik dengan topik berikutnya,
satu konsep dengan konsep lainnya, satu kemampuan dengan kemampuan lainnya,
kegiatan 1 hari dengan hari lainnya, dalam satu mata pelajaran. Contoh
pengajaran menggunakan pembelajaran terpadu tipe terhubung (connected) : Guru
menghubungkan/menggabungkan konsep matematika tentang uang dengan konsep jual
beli, untung rugi, simpan pinjam, dan bunga.
1.
Kelebihan
model pembelajaran tipe terhubung :
·
Guru
akan dapat melihat gambaran yang menyeluruh dan kemampuan/indikator yang digabungkan.
·
Kegiatan
anak lebih terarah untuk mencapai kemampuan yang tertera pada indicator
·
Siswa
memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer
pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus
·
Siswa
dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas dan luas dari konsep yang dijelaskan
dan juga siswa diberi kesempatan untuk melakukan pedalaman, tinjauan,
memperbaiki dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.
2.
Kekurangan
model pembelajaran tipe terhubung :
·
Model
ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan
bidang-bidang pengembangan/mata pelajaran yang lain.
·
Model
ini kurang mendorong guru bekerja sama karena relatif mudah dilaksanakan secara
mandiri.
·
Bagi
guru bidang studi mungkin kurang terdorong untuk menghubungkan konsep yang
terkait karena sukarnya mengatur waktu untuk merundingkannya atau karena
terfokus pada keterkaitan konsep, maka pembelajaran secara global jadi
terabaikan.
M. The Webbed Model (Model Jaring Laba-Laba)
Webbed model merupakan salah satu model
pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Menurut Padmono dalam
bukunya Pembelajaran Terpadu menyatakan Webbed menyajikan pendekatan tematik
untuk mengintegrasikan mata pelajaran. Satu tema yang subur dijaring
laba-labakan untuk isi kurikulum dan mata pelajaran. Mata pelajaran menggunakan
tema untuk menyelidiki keseuaian konsep, topik, dan ide-ide. Karakteristik
pendekatan tema ini untuk mengembangkan kurikulum dimulai dengan satu tema misalnya
“transportasi”, “penyelidikan”, dan lain-lain.
1.
Kelebihan
model jaring laba-laba :
·
Siswa
adalah diperolehnya pandangan hubungan yang utuh tentang kegiatan dari
ilmu-ilmu yang berbeda
·
Faktor motivasi berkembang karena adanya
pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa
·
Siswa
dapat dengan mudah melihat bagaimana kegiatan yang berbeda dan ide yang berbeda
dapat saling berhubungan.
2.
Kekurangan
model jaring laba-laba :
·
Kecenderungan
untuk mengambil tema sangat dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa
·
Seringkali
guru terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
·
Memerlukan
keseimbangan antara kegiatan dan pengembangan materi pelajaran.
N. Model Pembelajaran Jigsaw
Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif yang terdiri dari beberapa
anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian
materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada orang lain dalam
kelompoknya. (Lie, 2008 : 70). Dalam teknik ini, siswa dapat bekerja sama
dengan siswa lainnya dan mempunyai tanggung jawab lebih dan mempunyai banyak
kesempatan pula untuk mengolah informasi yang di dapat dan meningkatkan
keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi.
1.
Kelebihan
pembelajaran tipe Jigsaw :
·
Kelompok
kecil memberikan dukungan sosial untuk belajar matematika.
·
Ruang
lingkup dipenuhi ide-ide yang bermanfaat dan menarik untuk di diskusikan.
·
Meningkatkan
rasa tanggung jawab siswa terhadap pemahaman pembelajaran materi untuk dirinya
sendiri dan orang lain.
·
Meningkatkan
kerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang di tugaskan.
·
Meningkatkan
keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi untuk pengalaman belajar dan
pembinaan perkembangan mental dan emosional para siswa.
·
Meningkatkan
kreatifitas siswa dalam berfikir kritis dan meningkatkan kemampuan siswa dalam
memecahkan suatu masalah yang di hadapi.
·
Melatih
keberanian dan tanggung jawab siswa untuk mengajarkan materi yang telah ia
dapat kepada anggota kelompok lain.
2.
Kelemahan
pembelajaran tipe Jigsaw :
·
Kondisi
kelas yang cenderung ramai karena perpindahan siswa dari kelompok satu ke
kelompok lain.
·
Dirasa
sulit meyakinkan untuk berdiskusi menyampaiakn materi pada teman jika tidak
punya rasa percaya diri.
·
Kurang
partisipasi beberapa siswa yang mungkin masih bergantung pada teman lain,
biasanya terjadi dalam kelompok asal.
·
Ada
siswa yang berkuasa karena merasa paling pintar di antara anggota kelompok.
·
Awal
penggunaan metode ini biasanya sulit di kendalikan, biasanya butuh waktu yang
cukup dan persiapan yang matang agar berjalan dengan baik.
·
Aplikasi
metode ini pada kelas yang besar (lebih dari 40 siswa) sangatlah sulit. Tapi
bisa diatasi dengan model team teaching.
O. Model Pembelajaran Time Token Arends
1998
Model pembelajaran Time Token Arends
1998 merupakan model pembelajaran yang bertujuan agar masing-masing anggota
kelompok diskusi mendapatkan kesempatan untuk memberikan konstribusi mereka dan
mendengarkan pandangan serta pemikiran anggota lain.
Model ini memiliki struktur pengajaran
yang sangat cocok digunakan untuk mengajarkan keterampilan sosial, serta untuk
menghindari siswa mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali.
1.
Kelebihan
model pembelajaran time token :
·
Semua
siswa aktif dalam mengeluarkan pendapatnya dan berpartisipasi dalam diskusi.
·
Dapat
menumbuhkan dan melatih keberanian siswa dalam berpendapat bagi siswa yang
pemalu dan sukar berbicara.
·
Semua
siswa mendapatkan waktu bicara yang sama sehingga tidak akan terjadi
pendominasian pembicaraan dalam berlangsungnya diskusi.
2.
Kelemahan
model pembelajaran time token :
·
Siswa
yang memiliki banyak pendapat akan sulit mengutarakan pendapatnya karena waktu
yang diberikan terbatas.
·
Hanya
dapat digunakan untuk mata pelajaran tertentu saja.
·
Tidak
bisa digunakan pada kelas yang jumlah siswanya banyak.
P. Model Pembelajaran
Tebak Kata
Tebak kata merupakan
penyampaian materi ajar dengan menggunakan kata-kata singkat dalam bentuk kartu
permainan sehingga anak dapat menerima pesan pembelajaran melalui kartu.
1.
Kelebihan
model pembelajaran tebak kata :
·
Pemebelajaran
yang dilakukan lebih menarik karena menggunakan media kartu, sehingga siswa
tidak jenuh atau bosan.
·
Dapat
meningkatkan daya berpikir siswa, karena siswa dituntut untuk menjawab suatu
kata yang membutuhkan pikiran kritis peserta didik.
·
Pembelajaran
akan lebih berkesan
·
Melatih
siswa untuk menemukan jawaban dengan menggunakan berbagai alternatif jawaban.
·
Melibatkan
seluruh anggota tubuuh dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk, dan
mencari pasangan.
2.
Kekurangan
model pembelajaran tebak kata :
·
Tidak
mudah bagi guru untuk membuat kartu-kartu yang menarik untuk diamati oleh anak
didik.
·
Tidak
mudah bagi guru untuk menyusun rangkaian kata perkata di dalam kartu sehingga
membutuhkan satu kartu sebagai jawaban hasil tebakan anak didik.
·
Sering
kali siswa beranggapan bahwa model ini bukan untuk belajar, tetapi hanya
sebagai permainan sehingga anak didik merasa ini hanya permainan belaka.
Padahal model ini dilakukan dalam rangka mengikutsertakan komponen tubuh
siswa dalam proses pembelajaran, seperti berdiri, duduk dan mencari pasangan.
Q. Model Pembelajaran Snowball Throwing
Snowball secara etimologi berarti bola
salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara
keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Dalam pembelajaran Snowball
Throwing, bola salju merupakan kertas yang berisi pertanyaan yang dibuat oleh
siswa kemudiandilempar kepada temannya sendiri untuk dijawab.
Snowball Throwing merupakan salah satu
model pembelajaran aktif (activelearning) yang dalam pelaksanaannya banyak
melibatkan siswa. Peran guru di sini hanya sebagaipemberi arahan awal mengenai
topik pembelajaran dan selanjutnya penertiban terhadap jalannyapembelajaran.
1.
Kelebihan
metode Snowball Throwing :
·
Suasana
pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar
bola kertas kepada siswa lain.
·
Siswa
mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karena
diberikesempatan utk membuat soal dan diberikan pada siswa lain.
·
Membuat
siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa tidak tahu soal yang dibuat
temannya seperti apa.
·
Siswa
terlibat aktif dalam pembelajaran
·
Pendidik
tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktek
·
Pembelajaran
menjadi lebih efektif
·
Ketiga
aspek yaitu aspek koknitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai
2.
Kelemahan/kekurangan
metode Snowball Throwing :
·
Sangat
bergantung pada kemampuan siswa dalam memahami materi sehingga apa
yang dikuasai siswa hanya sedikit. Hal ini dapat dilihat dari soal yang dibuat
siswa biasanya hanya seputar materi yang sudah dijelaskan atau seperti contoh
soal yang telah diberikan.
·
Ketua
kelompok yang tidak mampu menjelaskan dengan
baik tentu menjadi penghambat bagi anggota lain untuk
memahami materi sehingga diperlukan waktu yang tidak
sedikit untuk siswa mendiskusikan materi pelajaran.
·
Tidak
ada kuis individu maupun penghargaan kelompok sehingga siswa saat berkelompok
kurang termotivasi untuk bekerja sama. tapi tdk menutup kemungkinan bagi
guru untuk menambahkan pemberiaan kuis individu dan penghargaan kelompo
·
Memerlukan
waktu yang panjang
·
Murid
yang nakal cenderung untuk berbuat onar
·
Kelas
sering kali gaduh karena kelompok dibuat oleh murid.
model tebak kata referensi nya dimana kak ?
BalasHapusMerit Casino No Deposit Bonus Codes 2020 - XN
BalasHapusNo Deposit Bonus Codes 2020 - Merit Casino 바카라 No Deposit Bonus Codes 2020. The best 메리트 카지노 주소 online casinos for 바카라 no deposit bonus codes on this list.